Perkuat Ketahanan Pangan! BPK dan Pemda Konsel Bangun Sinergi untuk Keterjangkauan Pangan Berkelanjutan
Konawe Selatan, Detikwarta.com – Upaya memperkuat ketahanan pangan dan memastikan keterjangkauan kebutuhan pokok masyarakat terus menjadi perhatian pemerintah. Sinergi antara Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara, menjadi bagian penting dalam mendorong tata kelola program pangan yang lebih efektif, transparan, dan berkelanjutan.
Melalui agenda entry meeting bersama pemerintah daerah, koordinasi dan penguatan komitmen antarlembaga diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas perencanaan, pelaksanaan, serta pengawasan program yang berkaitan dengan ketahanan pangan.
Penguatan sinergi tersebut dinilai penting mengingat persoalan pangan tidak hanya menyangkut ketersediaan komoditas, tetapi juga distribusi, stabilitas harga, daya beli masyarakat, dan keberlanjutan produksi pangan daerah.
Bagi Kabupaten Konawe Selatan, sektor pertanian memiliki posisi strategis dalam mendukung perekonomian masyarakat sekaligus menopang kebutuhan pangan di Sulawesi Tenggara.
BPK Dorong Tata Kelola Program Pangan yang Akuntabel
Dalam konteks penguatan pengawasan, BPK melalui hasil pemeriksaan tematik nasional ketahanan pangan dalam Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester (IHPS) II Tahun 2025 menekankan pentingnya koordinasi lintas kementerian dan lembaga serta pemerintah daerah.
BPK juga menyoroti perlunya penguatan sistem informasi pangan, penyusunan perencanaan yang terintegrasi, serta peningkatan koordinasi dalam mewujudkan pengelolaan pangan yang lebih efektif.
Rekomendasi tersebut menjadi perhatian penting bagi pemerintah daerah agar setiap program ketahanan pangan dapat dilaksanakan berdasarkan data yang akurat, kebutuhan masyarakat, serta potensi wilayah masing-masing.
Konawe Selatan Punya Potensi Besar di Sektor Pertanian
Dukungan terhadap pengembangan sektor pangan di Konawe Selatan juga mendapat perhatian pemerintah pusat.
Sebelumnya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meminta Kabupaten Konawe Selatan berkontribusi menjadi motor penggerak pangan berkelanjutan dan energi terbarukan nasional melalui peningkatan produksi serta penguatan sektor pertanian.
Dalam pemberitaan ANTARA pada 18 April 2026, Bupati Konawe Selatan Irham Kalenggo menyampaikan bahwa produksi beras di wilayahnya meningkat dari sebelumnya di bawah 150 ribu ton menjadi sekitar 180 ribu ton per tahun.

Capaian tersebut menunjukkan potensi sektor pertanian Konsel yang perlu terus diperkuat melalui dukungan kebijakan, infrastruktur, pendampingan petani, dan pengelolaan program yang berkelanjutan.
Keterjangkauan Pangan Harus Dirasakan Masyarakat
Penguatan ketahanan pangan pada akhirnya harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Tidak cukup hanya meningkatkan produksi, pemerintah juga perlu memastikan hasil pertanian dapat didistribusikan secara merata dengan harga yang terjangkau.
Karena itu, sinergi BPK dan Pemda Konsel diharapkan mampu memperkuat tata kelola program pangan, meningkatkan efektivitas penggunaan anggaran, serta mendorong kebijakan yang berpihak pada petani dan konsumen.
Pengawasan yang baik juga menjadi bagian penting untuk memastikan program pemerintah berjalan sesuai ketentuan, tepat sasaran, dan memberikan dampak terhadap kesejahteraan masyarakat.
Dengan kolaborasi antarlembaga dan dukungan seluruh pemangku kepentingan, Kabupaten Konawe Selatan diharapkan semakin memperkuat perannya dalam mendukung ketahanan pangan daerah maupun nasional. (Leo)
