Genjot Infrastruktur Antarwilayah, Gubernur Sultra Kucurkan Rp30,9 Miliar untuk Ruas Jalan Kasipute–Bambaea
Bombana, Detikwarta.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) terus mendorong peningkatan konektivitas antarwilayah melalui pembangunan infrastruktur jalan. Salah satu proyek yang menjadi perhatian adalah peningkatan Jalan Kasipute–Lora–Bambaea di Kabupaten Bombana, dengan panjang penanganan sekitar 10 kilometer dan alokasi anggaran mencapai Rp30,9 miliar.
Proyek tersebut ditinjau langsung Gubernur Sulawesi Tenggara, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, saat melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Bombana, Rabu (4/11/2026).
Peninjauan itu dilakukan untuk melihat kondisi ruas jalan sekaligus memastikan progres pekerjaan peningkatan infrastruktur yang dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Sultra Tahun Anggaran 2026.
Bagi pemerintah provinsi, pembangunan jalan ini bukan sekadar pekerjaan fisik, melainkan bagian dari agenda strategis untuk memperkuat akses transportasi, memperlancar mobilitas masyarakat, serta membuka peluang pertumbuhan ekonomi di sejumlah wilayah.
Gubernur Andi Sumangerukka menegaskan, pembangunan jalan penghubung antarkabupaten menjadi salah satu prioritas pemerintah provinsi. Menurutnya, konektivitas yang baik akan membantu masyarakat melakukan perjalanan secara lebih efisien sekaligus memperlancar distribusi barang dan hasil produksi.
Ia menjelaskan, peningkatan sejumlah ruas jalan diarahkan untuk memperkuat keterhubungan Kabupaten Bombana, Kolaka Timur, Kolaka, hingga Konawe Selatan. Dengan akses yang semakin baik, masyarakat diharapkan tidak lagi harus menempuh perjalanan memutar untuk menjangkau wilayah lain.
Selain wilayah daratan, Pemprov Sultra juga memberikan perhatian terhadap pembangunan infrastruktur di kawasan kepulauan sebagai bagian dari upaya pemerataan pembangunan.
Anggaran Rp30,9 Miliar untuk Penanganan 10 Kilometer
Ruas Kasipute–Lora–Bambaea menjadi salah satu titik penting dalam agenda peningkatan konektivitas tersebut. Dengan panjang penanganan sekitar 10 kilometer dan alokasi anggaran sekitar Rp30,9 miliar, pekerjaan ini diharapkan mampu memperbaiki akses transportasi masyarakat, khususnya di wilayah Bombana.
Manfaat pembangunan jalan tidak hanya berkaitan dengan kelancaran perjalanan. Infrastruktur yang memadai juga berperan dalam mempermudah akses terhadap pelayanan publik, memperlancar distribusi hasil pertanian dan perkebunan, serta mendukung pergerakan ekonomi masyarakat setempat.

Dukungan anggaran dari pemerintah provinsi menjadi bagian penting dalam pembangunan infrastruktur di Bombana. Sebab, peningkatan konektivitas pada ruas jalan yang menjadi kewenangan provinsi membutuhkan sinergi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten.
Bupati Bombana Apresiasi Dukungan Pemprov Sultra
Sementara itu, Bupati Bombana, Ir. H. Burhanuddin, M.Si., yang turut mendampingi peninjauan tersebut, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, khususnya Gubernur Andi Sumangerukka, atas perhatian dan dukungan anggaran pembangunan infrastruktur jalan di Kabupaten Bombana.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Bombana dan seluruh masyarakat, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas dukungan pembangunan infrastruktur jalan di Kabupaten Bombana,” ujar Burhanuddin.
Ia berharap sinergi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten terus diperkuat guna mempercepat pembangunan, membuka akses konektivitas antarwilayah, serta mendorong peningkatan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.
Kedatangan Gubernur Sultra disambut Bupati Bombana bersama Wakil Bupati Ahmad Yani, S.Pd., M.Si., unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta jajaran kepala perangkat daerah.

Peninjauan lapangan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memastikan pelaksanaan pembangunan berjalan sesuai perencanaan. Pemerintah daerah berharap pekerjaan peningkatan Jalan Kasipute–Lora–Bambaea dapat diselesaikan tepat waktu, memenuhi standar mutu, serta mengikuti ketentuan teknis yang berlaku.
Pada akhirnya, keberhasilan pembangunan infrastruktur tidak hanya diukur dari panjang jalan yang dikerjakan maupun besarnya anggaran yang dialokasikan. Hal terpenting adalah manfaat yang dirasakan masyarakat, mulai dari kemudahan akses transportasi, efisiensi biaya perjalanan, hingga meningkatnya aktivitas ekonomi di wilayah yang dilalui.
Dengan peningkatan Jalan Kasipute–Lora–Bambaea, masyarakat Bombana diharapkan dapat menikmati akses transportasi yang semakin baik sekaligus memperoleh manfaat nyata dari pembangunan infrastruktur yang dilakukan pemerintah. (Leo)
