Mendikdasmen Sebut Program MBG Berdampak Positif, Kehadiran Siswa di Sekolah Meningkat
Jakarta, Detikwarta.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan gizi peserta didik tetapi juga memberikan dampak positif terhadap dunia pendidikan, khususnya dalam mendorong peningkatan kehadiran siswa di sekolah.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti mengungkapkan bahwa sejumlah penelitian menunjukkan adanya keterkaitan antara pelaksanaan program MBG dan tingkat kehadiran peserta didik.
Menurutnya, ketersediaan makanan sehat dan bergizi di sekolah menjadi salah satu daya tarik bagi anak-anak untuk datang mengikuti kegiatan pembelajaran.
“Ada banyak penelitian Pak, kaitan antara MBG dengan tingkat kehadiran anak di sekolah. Jadi banyak anak yang berangkat ke sekolah itu karena akan makan sehat bergizi,” ujar Abdul Mu’ti dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (1/11/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan dalam rangkaian kegiatan penandatanganan kerja sama antara Badan Gizi Nasional (BGN) dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
MBG Jadi Daya Tarik Siswa Datang ke Sekolah
Abdul Mu’ti mengibaratkan daya tarik program MBG dengan kegiatan Jumat Berkah di masjid yang mendorong masyarakat datang untuk mendapatkan makanan.
Namun, menurutnya, program MBG memiliki pelaksanaan yang lebih rutin karena diberikan pada hari-hari sekolah.
Ia berharap program tersebut dapat memberikan manfaat lebih luas, bukan hanya dalam pemenuhan kebutuhan nutrisi, tetapi juga meningkatkan semangat belajar dan mendukung kualitas pendidikan peserta didik.
Dengan tersedianya makanan bergizi, siswa diharapkan dapat mengikuti proses pembelajaran dengan kondisi yang lebih baik.
Tanamkan Pendidikan Karakter Sejak Dini
Selain mendorong kehadiran siswa, Mendikdasmen juga menilai program MBG dapat menjadi sarana untuk membangun pendidikan karakter di lingkungan sekolah.
Kegiatan makan bersama dapat dimanfaatkan untuk membiasakan peserta didik menerapkan perilaku positif dalam kehidupan sehari-hari.
Beberapa kebiasaan yang dapat ditanamkan antara lain mengantre dengan tertib, menjaga kebersihan, berdoa sebelum dan sesudah makan, serta menghargai makanan yang disediakan.

Abdul Mu’ti menilai pembiasaan sederhana tersebut dapat membantu membentuk karakter anak apabila dilakukan secara konsisten.
Dengan demikian, pelaksanaan MBG di sekolah tidak hanya berorientasi pada pemberian makanan, tetapi juga dapat menjadi bagian dari proses pendidikan karakter.
Pendataan Penerima MBG Terintegrasi dengan Dapodik
Dalam pelaksanaannya, Kemendikdasmen juga memperkuat koordinasi dengan Badan Gizi Nasional, terutama terkait pendataan penerima manfaat di lingkungan pendidikan.
Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa pendataan penerima MBG telah terintegrasi dengan Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Integrasi tersebut terus disempurnakan untuk memastikan penerima manfaat merupakan peserta didik yang tercatat secara resmi dalam sistem pendidikan.
Sementara itu, Kepala Badan Gizi Nasional, Sudaryono, mengapresiasi dukungan Kemendikdasmen terhadap pelaksanaan program MBG di satuan pendidikan.
Dukungan tersebut antara lain melalui penyediaan fasilitas pendukung seperti wastafel, pengaturan waktu khusus pelaksanaan makan bergizi serta penguatan edukasi gizi melalui lingkungan pendidikan.
Program MBG dan Harapan bagi Dunia Pendidikan
Pernyataan Mendikdasmen tersebut memperlihatkan bahwa program MBG diharapkan memiliki manfaat yang lebih luas bagi peserta didik.
Selain membantu memenuhi kebutuhan gizi, program ini diharapkan mampu mendorong kebiasaan positif, meningkatkan motivasi belajar, dan mendukung kehadiran siswa di sekolah.
Meski demikian, keberhasilan program tetap perlu dilihat melalui evaluasi berkelanjutan, termasuk kualitas makanan, ketepatan sasaran penerima, keamanan pangan, serta dampaknya terhadap proses pembelajaran.
Dengan pengawasan dan pelaksanaan yang baik, program MBG diharapkan dapat menjadi salah satu upaya mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak usia sekolah. (Leo)
