DaerahEkonomi

Dorong Ekonomi Perikanan Lokal! DKP dan Unimaju Bidik Ikan Nila Mamuju untuk Program MBG

Mamuju, Detikwarta.com – Upaya memperkuat ekonomi perikanan lokal di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, terus didorong melalui kolaborasi pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan sektor perbankan. Salah satu peluang yang mulai mendapat perhatian adalah pengembangan ikan nila sebagai komoditas budidaya yang berpotensi mendukung kebutuhan pangan, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Komitmen penguatan sektor tersebut ditandai melalui penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Mamuju dengan Universitas Muhammadiyah Mamuju (Unimaju).

Kegiatan yang dirangkaikan dengan pelatihan peningkatan kapasitas pembudidaya ikan kecil itu berlangsung di Wisma Malaqbi, Mamuju, Rabu (4/11/2026).

Kolaborasi ini turut melibatkan DKP Provinsi Sulawesi Barat dan unsur perbankan. Kerja sama tersebut diarahkan untuk menjawab sejumlah persoalan yang selama ini dihadapi pembudidaya, terutama keterbatasan akses permodalan, tingginya harga pakan, serta kebutuhan pendampingan teknis.

Unimaju Siapkan Pendampingan bagi Pembudidaya

Keterlibatan perguruan tinggi diharapkan tidak berhenti pada penandatanganan kesepakatan, tetapi dilanjutkan dengan program nyata di lapangan.

Melalui kerja sama tersebut, Unimaju diharapkan berperan dalam pengembangan pengetahuan, penelitian terapan, inovasi teknologi budidaya, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

Pendampingan teknis menjadi salah satu aspek penting agar kelompok pembudidaya mampu meningkatkan produktivitas dan mengelola usaha secara lebih efektif.

Penerapan teknologi budidaya yang tepat, pengelolaan kualitas air, pengendalian penyakit ikan, serta efisiensi penggunaan pakan juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan daya saing usaha perikanan.

Dengan dukungan akademisi, pembudidaya diharapkan dapat mengembangkan usaha secara berkelanjutan dan tidak hanya bergantung pada bantuan pemerintah.

Potensi Perikanan Sulawesi Barat Perlu Diperkuat

Kepala DKP Provinsi Sulawesi Barat, Safaruddin, menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, perbankan, pelaku usaha, dan masyarakat dalam memperkuat sektor kelautan dan perikanan.

Menurutnya, pengembangan sektor perikanan tidak cukup hanya mengandalkan bantuan sarana dan prasarana. Peningkatan kapasitas sumber daya manusia, kemudahan pembiayaan, serta pendampingan usaha juga harus berjalan beriringan.

Persoalan tingginya harga pakan dan terbatasnya akses modal masih menjadi tantangan bagi pembudidaya ikan kecil. Kondisi tersebut berpengaruh terhadap biaya operasional dan keuntungan usaha.

Karena itu, kolaborasi lintas sektor diharapkan mampu menghadirkan solusi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, sekaligus mendorong pembudidaya menjadi pelaku usaha yang mandiri dan produktif.

Ikan Nila Berpeluang Mendukung Program MBG

Pengembangan ikan nila menjadi salah satu peluang yang dapat dikaitkan dengan penguatan ketahanan pangan daerah.

Ikan nila memiliki potensi sebagai sumber protein yang dapat dikembangkan melalui kegiatan budidaya air tawar. Apabila produksi, kualitas, harga, dan distribusinya dikelola dengan baik, komoditas ini berpeluang menjadi bagian dari rantai pasok pangan lokal.

Kebutuhan bahan pangan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga dapat membuka peluang pasar bagi pembudidaya ikan di daerah.

Namun, peluang tersebut perlu ditindaklanjuti melalui pemetaan kebutuhan, kepastian volume produksi, standar mutu, kontinuitas pasokan, serta kemitraan dengan penyedia bahan pangan atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Dengan demikian, pengembangan ikan nila tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan produksi, tetapi juga membangun hubungan pasar yang mampu memberikan manfaat ekonomi langsung bagi pembudidaya.

Sebelumnya, pengembangan budidaya ikan nila di Sulawesi Barat juga pernah dikaitkan dengan dukungan terhadap ketahanan pangan dan program MBG melalui inisiatif pemerintah provinsi pada 2025.

Perbankan Didorong Membuka Akses Permodalan

Selain dukungan akademisi, sektor perbankan juga diharapkan berperan dalam memperluas akses pembiayaan bagi pembudidaya ikan kecil.

Kehadiran perwakilan perbankan dalam kegiatan tersebut menjadi ruang komunikasi untuk membahas peluang pembiayaan usaha, termasuk akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) sektor perikanan.

Akses modal yang lebih mudah diharapkan dapat membantu pembudidaya memenuhi kebutuhan operasional, membeli pakan, memperbaiki sarana budidaya, serta meningkatkan kapasitas produksi.

Dukungan pembiayaan tersebut perlu disertai pendampingan pengelolaan usaha agar modal yang diperoleh dapat dimanfaatkan secara produktif dan tepat sasaran.

DKP Mamuju Dorong Kolaborasi Berkelanjutan

Kepala DKP Kabupaten Mamuju, Muhammad Yusuf, yang hadir mewakili Bupati Mamuju, membuka kegiatan pelatihan peningkatan kapasitas pembudidaya ikan kecil sekaligus penandatanganan kerja sama dengan Unimaju.

Dalam kegiatan tersebut, pemerintah juga menyerahkan bantuan sarana dan prasarana perikanan tangkap serta budidaya kepada perwakilan nelayan dan pembudidaya ikan di Kabupaten Mamuju.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat produktivitas sektor perikanan melalui dukungan fasilitas, peningkatan keterampilan, dan kerja sama lintas lembaga.

Kolaborasi pemerintah, perguruan tinggi, perbankan, pelaku usaha, dan masyarakat diharapkan dapat menjadi fondasi pengembangan ekonomi perikanan lokal.

Ke depan, keberhasilan kerja sama tersebut akan sangat ditentukan oleh tindak lanjut di lapangan, mulai dari pendampingan kelompok, peningkatan produksi, efisiensi biaya usaha, hingga terbukanya akses pasar yang lebih luas.

Jika seluruh potensi tersebut dikelola secara terarah, ikan nila Mamuju bukan hanya berpeluang menjadi komoditas unggulan daerah, tetapi juga dapat membuka kesempatan usaha baru dan memperkuat kontribusi pembudidaya lokal dalam mendukung ketahanan pangan serta program MBG. (Leo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *