Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Warga Geram: Suami Santai Berjualan Saat Istri dan Anak Hilang Diterjang Banjir

WartaDeik.Com - Pada Kamis malam (06/03/2025), hujan deras mengguyur wilayah Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, mengakibatkan Sungai Cipalabuan meluap dan menyebabkan banjir bandang yang merendam hampir seluruh wilayah Kelurahan Palabuhanratu. Sebanyak 35 RW terdampak, dengan banyak rumah warga, sarana prasarana seperti RSUD, pasar, dan fasilitas umum lainnya mengalami kerusakan akibat derasnya arus air.

Di tengah bencana tersebut, sebuah tragedi menimpa keluarga kecil di Kampung Gumelar. Eneng Santi (40) dan putrinya, Siti Nurul Awalia (3), ditemukan tewas setelah rumah kontrakan mereka diterjang luapan Sungai Cipalabuan. Sebelum kejadian, warga sekitar telah memperingatkan Santi untuk segera keluar rumah saat air mulai naik. Namun, Santi menolak dan memilih bertahan di dalam rumah bersama anaknya. Tak lama kemudian, air naik drastis hingga setinggi dada, dan arus deras menghantam rumah mereka, menyeret Santi dan Nurul tanpa sempat diselamatkan.

Tragedi ini semakin menyulut kemarahan warga setelah Aang Encis (42), suami Santi dan ayah Nurul, menyatakan bahwa istri dan anaknya selamat. Dalam sebuah video yang beredar, Aang mengatakan bahwa mereka berada di Kampung Ciganas, Desa Margalaksana. Pernyataan ini membingungkan Tim SAR, namun mereka tetap melanjutkan pencarian. Hingga akhirnya, jasad Santi dan Nurul ditemukan tertimbun material sampah tidak jauh dari lokasi kejadian.

Ketua RW 22 Kampung Gumelar, Reza, membenarkan bahwa Aang beberapa kali berbohong soal keberadaan keluarganya. Sikap Aang yang terkesan tidak peduli, tetap berjualan di Pasar Palabuhanratu tanpa ikut mencari istri dan anaknya, membuat warga geram. Begitu jasad korban ditemukan, kemarahan warga pun memuncak. Ketegangan terjadi saat Aang tiba di lokasi evakuasi, dan warga yang merasa dibohongi melampiaskan amarah dengan hujan makian. Beruntung, pihak kepolisian segera mengamankan Aang untuk menghindari amukan massa.

Kini, jasad Santi dan anaknya telah dibawa ke RSUD Palabuhanratu untuk proses lebih lanjut. Tragedi ini menyisakan duka mendalam bagi warga sekitar dan menjadi pengingat bahwa bencana bukan hanya soal alam, tetapi juga tentang kepedulian antar sesama. Kasus ini masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Warga berharap keadilan dapat ditegakkan dan Aang Encis mendapatkan hukuman yang setimpal atas perbuatannya.

Bencana banjir bandang ini juga mengakibatkan kerusakan infrastruktur di wilayah Palabuhanratu. Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Palabuhanratu terendam banjir, menyebabkan layanan kesehatan terganggu. Akses menuju puskesmas juga lumpuh akibat genangan air yang tinggi, memaksa warga mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Pemerintah daerah bersama tim SAR gabungan terus berupaya mengevakuasi warga yang terdampak dan memberikan bantuan. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti arahan petugas demi keselamatan bersama. Bencana ini menjadi pengingat akan pentingnya kesiapsiagaan dan kepedulian terhadap sesama dalam menghadapi situasi darurat. (EPI